Puluhan Truk Bantuan Kemanusiaan Turki Kembali Masuki Gaza


Warga Gaza kembali mendapatkan tambahan 25 truk bantuan kemanusiaan yang tiba kemarin di Gaza, dimana warga menderita karena blokade Zionis Israel.

Truk membawa bantuan yang mereka turunkan dari Lady Leyla, sebuah kapal yang bertolak dari pelabuhan Mersin Turki awal bulan ini, dan memasuki Gaza di persimpangan Karm Abu Salem. Mounir Al-Galban, pejabat Palestina pengawas persimpangan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa truk yang membawa bantuan pangan termasuk tepung, gula dan beras, akan disimpan di gudang milik Kementerian Sosial pemerintahan Hamas sebelum dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan.

Yousef Ibrahim, wakil Kementerian Sosial di Jalur Gaza, mengatakan bahwa 154 truk yang membawa bantuan dari Turki telah memasuki kota dan mereka berencana untuk memberikan bantuan hari ini. Kapal Lady Leyla mengangkut sekitar 11 ton bantuan kemanusiaan dan tiba di pelabuhan Israel Ashdod pada 3 Juli, beberapa hari setelah bertolak dari Mersin. Bantuan tersebut akan ditransfer oleh total 400 truk ke Jalur Gaza sebagai bagian dari kampanye bantuan Turki.

Dilansir dailysabah, kampanye bantuan merupakan bagian dari kesepakatan antara Turki dan Israel untuk meringankan blokade di Jalur Gaza. Turki dan Israel baru-baru ini sepakat untuk mengembalikan hubungan mereka yang tegang, dan dalam pengiriman kapal bantuan, langkah pertama Turki setelah kesepakatan itu adalah membuat kejelasan bahwa hal itu tidak berbalik pada Palestina meskipun normalisasi hubungan dengan Israel.

Selain bantuan kemanusiaan, Turki juga akan melakukan proyek pembangunan kembali Gaza dan meningkatkan hidup ribuan warga yang menderita akibat serangan Zionis Israel. Termasuk kontruksi pembangunan rumah tinggal dan 200 tempat tidur untuk rumah sakit persahabagan Turki-Palestina. Agen Pembangunan dan Kerjasama Internasional Turki (TIKA) meluncurkan proyek senilai 13 juta dolar untuk membangun 320 unit rumah di Jalur Gaza untuk warga Palestina yang rumahnya dihancurkan pada 2014 oleh Zionis Israel. []

No comments

Powered by Blogger.