Dari Lamtim, Sukses di Jepang, Kini Buka Sekolah Untuk Anak Yatim


Arist Merdeka Sirait memberi penghargaan untuk Emilia Tako. Foto: istimewa for radarlampung.co.id

Sukses di bisnis restoran tak membuat Emilia Takao (38) lupa diri. Meski sudah 16 tahun tinggal di Jepang dan mapan secara ekonomi, dia tetap ingat asal usulnya sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana. Karenanya, perempuan kelahiran Melinting, Lampung Timur (Lamtim), itu mendirikan PT World Brother Indonesia (WBI). Lembaga pelatihan kerja berbasis kursus bahasa Jepang untuk anak yatim dan kurang mampu. Seperti apa kiprahnya?
===

LAHIR 7 Juli 1978, pemilik nama asli Dwi Lestari Emilia Takao ini merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Kehidupan di masa kecilnya penuh kesederhanaan. Orangtuanya hanya PNS biasa di sebuah sekolah di Lamtim yang punya cita-cita agar seluruh anaknya mendapat pendidikan layak.

”Dengan gaji ayah saya sebagai PNS yang waktu itu mungkin sekitar Rp75 ribu per bulan, sudah pasti tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup kami. Karenanya, Ibu saya membantu dengan membuka kantin di sekolah ayah bekerja,” kenangnya.

Dia bersyukur, usaha keras kedua orangtuanya cukup untuk memenuhi perekonomian keluarga. Semuanya bisa sekolah. Kegigihan itulah yang membulatkan tekad suatu saat dirinya harus dapat membahagiakan mereka dan keluarga.

Setelah lulus SMA di tempatnya tinggal pada 1995, bermodalkan tekad dan cita-cita, ia pergi ke Jakarta. Di sinilah awal kehidupannya dimulai. Kerasnya ibu kota menuntut dirinya kuat menghadapi hidup.

Ia bekerja di toko kaset dan compact disk (CD) di sebuah swalayan di Bogor demi keinginannya melanjutkan kuliah. Setelah bekalnya dirasa cukup, ia melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI), Jogjakarta pada 1996. Dia tertarik dengan seni tari.

No comments

Powered by Blogger.