Breaking News

Pemuda Adiluhur Jabung Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis Tinggi

Rahmat Muhidin (31) dan Lampu kamar buatannya

Jabungonline.com - Ketika mendengar kata pesulap, semua sepakat pasti berhubungan dengan dunia magic seperti Deddy Corbuzier, Demian atau bahkan David Coperfield.

Rahmat Muhidin (31) pemuda Desa Adiluhur Kecamatan Jabung dijuluki pesulap, lantaran ia berhasil menyulap sampah menjadi barang unik bernilai ekonomi tinggi.

Berbekal mancung kelapa, kaleng minuman, kawat, trafo bekas, baut, mur dan lain-lain yang bersifat bekas, oleh Rahmat disulap menjadi hiasan lampu kamar,  hiasan meja bahkan lukisan tempel sebagai hiasan dinding.

Keahlian ini didapat ketika umurnya menginjak 17 tahun, saat itu kawan-kawan seusianya sedang menikmati bangku sekolah, pakaian bersih dan hidup berkecukupan. Sedangkan Mat Kobar -sapaan akrabnya- hanya berkutat pada oli, mur, baut dan mesin mobil di bengkel tempatnya ia tinggal.

Dari situlah Rahmat dan ketiga kawannya mulai memainkan otak untuk berkreasi. Berbekal perkakas tak terpakai di bengkel bosnya ia merakit miniatur hiasan meja berbentuk aneka motor.

“Saat itu saya tidak berfikir untuk menjual hasil karya tersebut, saya dan kawan-kawan hanya berfikir hasil itu untuk hiasan di kamar pribadi saja,” ungkap Rahmat pada Simaknews.com

Iseng, Mat Kodar memfoto dan mengupload karyanya ke facebook, ternyata ada yang berminat untuk membeli, bahkan tak sedikit yang pesan dengan model lain.

“6 tahun yang lalu saya pindah ke sini, kebetulan istri saya asli Adiluhur, di sini saya berusaha bekerja apapun untuk mencukupi kebutuhan keluarga, yang penting halal,” ujar pemuda yang mengaku tidak lulus sekolah dasar tersebut.

Tak butuh waktu lama, dalam 1 tahun ia menekuni keahlian membuat lampu kamar dari mancung kelapa, hiasan meja dan hiasan dinding, kini namanya telah dikenal seantero Jabung sebagai penyulap sampah menjadi barang unik.

“Saya memilih bahan- bahan seperti mancung kelapa,  karena kalau triplek atau yang lain itu sudah biasa,” lanjut pemuda yang pernah menjadi pengamen dan supir angkot tersebut.

Bulan ini Rahmat Muhidin telah menyelesaikan beberapa pesanan dari pelanggan, seperti lampu kamar sebanyak 8 buah dan hiasan meja sebanyak 4 buah. Ia biasa menjual lampu kamar seharga Rp 150.000/buah sedangkan miniatur hiasan meja Rp 250.000/buah, tergantung kerumitan dan modal bahannya. (Zulyan/sn)

Sumber: Simaknews

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.