Breaking News

Jadi Buronan KPK, Ketua DPR Setya Novanto Kecelakaan Lalulintas

Ketua DPR Setya Novanto | ist

Jabungonline.com – Kabar mengejutkan datang dari Ketua DPR Setya Novanto. Belum genap 24 jam menjadi orang yang diburu kehadirannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kabar Novanto kecelakaan beredar sekitar pukul 19.05 WIB di kalangan media, bahwa Novanto dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Saat dicek langsung ke lokasi kejadian, para awak media nampak sudah memenuhi pelataran Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit. Tidak nampak kerabat maupun rekan Novanto di UGD.

Baru sekitar pukul 20.00 WIB, muncul penasihat hukum Novanto, Fredrich dari dalam UGD rumah sakit. Usut punya Usut, Frederich keluar untuk menjemput istri Novanto, Deisti Novanto yang baru tiba di RS dan langsung masuk ke UGD.

“Belum siuman, belum siuman. Nanti saya kasih tahu ya nanti dulu saya antar ibu,” ujar Frederich pada Kamis, 16/11/2017, dilansir republika.co.id.

Selesai mengantar Deisti, Frederich pun kembali menemui rekan media dan menjelaskan kronologi kabar kecelakaan tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP-el tersebut. “Jadi begini, beliau kan life by phone sama Metro TV. Beliau sendiri janji untuk datang ke studio Metro dan datang ke acara DPD (di Hotel Mandarin) dan beliau minta saya dampingi ke KPK, Beliau minta saya dampingi kita ke Metro TV.Namun beliau mengalami kecelakaan mobilnya tuh hancur. Beliau langsung pingsan. Sekitar jam 7 lebih,” ujar Frederich.

Pengakuan Fredrich, Novanto hendak mengejar waktu untuk memberi keterangan ke KPK pada malam ini. “Beliau buru-buru ngejar waktu mau secepat mungkin ke KPK untuk beri keterangan apa yang mereka mintakan. Tapi ajudan telepon saya dampingi ke KPK. Perjalanan jalan ke Metro katanya ‘Lah bapak (Setya Novanto) kecelakaan mobil, kaca pecah depannya hancur nabrak tembok’. Pucet beliau, benjol sini (kening) luka semua. Ajudannya juga luka,” ujarnya.

Saat ini Novanto kata Fredrich sudah ditangani oleh petugas media RS medika. “Dokter katakan tekanan darahnya dites 190. Tinggi, beliau kan ada histori vertigo apa lagi belakangan banyak tekanan. Beliau belum siuman, sudah disuntik. Dibawa ke UGD dah dibawa ke kamar di lantai 3 di sini,” kata Fredrich.(*)

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.