Breaking News

Kecam Puisi Sukmawati, Jumat Nanti Alumni 212 Gelar Aksi Damai



Jabungonline.com - Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyatakan pihaknya siap melakukan aksi besar-besaran pada Jumat (6/4) nanti untuk mengecam puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri.


Menurutnya, apa yang diucapkan oleh putri mendiang Soekarno itu dengan membanding-bandingkan cadar dengan konde serta azan yang  tak lebih merdu  dari suara kidung ibu Indonesia telah melecehkan agama Islam.

”Ini adalah bentuk penodaan agama. Dan kami Alumni 212 akan aksi besar-besaran untuk mendesak kepolisian dan mengawal kasus ini hingga Sukmawati dipenjara,” tegasnya kepada INDOPOS, Selasa (3/4).

Lebih lanjut, Slamet menuturkan, jika  tidak faham syariat Islam, maka Sukmawati atau pihak manapun jangan asal ucap.

"Ini puisi yang sangat aneh. Menyebut tak tahu syariat Islam, tapi melakukan penjabarannya dengan membandingkan-bandingkan cadar dan azan. Kalau tidak tahu, lebih baik diam. Karena itu lebih baik buat Anda, Sukmawati," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Sukmawati membacakan puisi dalam acara peringatan 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Puisi itu menjadi kontroversi lantaran dituding melecehkan agama Islam.

Berikut kutipan puisinya:

Ibu Indonesia

 

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

 

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat,  berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

 

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan adzan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

 

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (dil)

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.