Cerita Mahfud Soal Said Aqil Minta Tolong Selamatkan Menteri NU Dari Kasus Kardus Durian


Jabungonline.com – Gagal jadi cawapres Jokowi, Prof Mahfud MD menyindir pernyataan sejumlah pihak yang menilai bahwa dirinya bukan kader NU. 

Mahfud MD yang juga mantan Ketua MK itu buka-bukaan soal kader NU dan gagalnga pencalonan wakil presiden. Mahfud merasa kecewa tidak dianggap kader NU padahal pernah memiliki kedekatan dengan petinggi-petinggi NU bahkan sampai sekarang ia masih tercatat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU.

“Saya sampai hari ini juga pengurus ISNU, Ketua Dewan Kehormatan ISNU. Yang melantik Pak Aqil Siroj, dan Pak Aqil Siroj itu dulu sering menyebut saya sebagai kader?,” kata Mahfud.

Dia (Mahfud) pun masih menginggat peristiwa saat dirinya berada di Mekah. Waktu itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut perkara suap di lingkungan Kemenakertrans, dimana Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan menterinya. Uang suap tersebut ditempatkan di sebuah kardus durian, maka munculah istilah kasus suap Durian.

“Waktu adanya kasus seorang menteri itu terlibat kasus durian, saya ada di Mekah. Pagi-pagi subuh, Aqil Siroj telepon, ‘Pak Mahfud Pak Mahfud Tolong, sesama kader NU tolong ini diselamatkan, nanti NU bisa rusak ini kalau kena’,” kata Mahfud MD menirukan suara Aqil Siradj.

“Begitu ada kasus politik begini, lalu bilang bukan kader,”  tegas Mahfud, disambut tawa audiens. 

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD juga bercerita kronologi dirinya dipastikan oleh orang-orang lingkungan Istana Negara akan menjadi cawapres. Tapi gagal karena  Presiden Jokowi memutuskan untuk memilih KH Maruf Amin sebagai cawapresnya.

Sebelumnya Mahfud juga diceritakan bagaimana dirinya diminta untuk menaklukan PKB agar mendapatkan restu maju cawapres.? Begitu juga meminta restu PPP dan NU. (viva/JO) 

No comments:

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Powered by Blogger.