Breaking News

Kosela, Wadah Berhimpun Musisi dan Seniman Jalanan Lampung



Kosela

Jabung Online – Sejumlah musisi jalanan (pengamen) dan seniman jalanan serta beberapa aktivis membentuk sebuah wadah yang diberi nama Komunitas Seniman Jalanan Lampung (Kosela).

Dibentuknya Kosela sebagai tempat penampungan para musisi dan seniman. Karena kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap para seniman dan musisi yang ada di Provinsi Lampung.

Kim Commanders, seorang musisi jalanan Lampung yang karya lagunya “Children With No Land” sudah dikenal dan diakui oleh dunia, didapuk sebagai Ketua Kosela.

Kim menceritakan, Kosela dibentuk di rumah salah satu seniman lukis Pasar Kangkung bernama Sugi, yang juga sebagai rumah Gerakan Rakyat Nusantara (GRN) di Jalan Ikan Pari Blok D No. 56 Kelurahan Kebon Pisang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Kamis malam, 7 Mei 2018 lalu.

“Kami membentuk Kosela untuk menampung para musisi dan seniman jalanan yang terpinggirkan. Itu kami lakukan karena kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap para seniman dan musisi jalanan,” ujarnya, Sabtu, (6/10).

Selain itu, lanjut Kim, Kosela juga dibentuk sebagai wadah untuk menjawab keresahan para seniman yang selama ini tidak diakui keberadaannya oleh pemerintah daerah.

“Kosela bukan hanya sebagai wadah khusus musisi jalanan saja. Tapi, ada juga para seniman lukis, ukir dan lainnya serta ada beberapa aktivis pun ikut bergabung,” paparnya.

Kim pun menyayangkan sikap pemerintah daerah kurang perhatian terhadap para seniman di Lampung. Padahal, beberapa karya musisi jalanan dan seniman sudah diakui diluar daerah dan Provinsi Lampung.

“Jadi yang ingin saya pertanyakan kepada pemerintah daerah, mau dibawa kemana seniman-seniman ini. Bahkan, saya sendiri karyanya sudah mendunia justru tidak perhatiannya, padahal saya murni sebagai pengamen jalanan asal Lampung,” urainya.

Masih kata Kim, di Kosela bukan hanya bisa bernyanyi atau bermain musik dan sebagainya. Namun, ia bersama anggota lainnya ingin berguna bagi orang banyak.

“Kami sering melakukan bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu orang yang membutuhkan atau terkena musibah dengan cara mengamen,” kata dia.

Sementara itu, Pepeng, salah satu anggota Kosela mengaku bergabung dengan Kosela tujuannya untuk mengaprisiasikan sekaligus menjalin silatuhrahmi sesama para seniman.

“Selain itu di Kosela ini yang saya suka yaitu mau berbagi dan membatu antara sesama. Itulah yang buat saya gabung dengan Kosela. Saya gabung di sini kurang lebih sudah satu tahun, saya juga musisi jalanan atau pengamen,” tandasnya.(*)

Sumber: Jejamo

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.