Antisipasi Prostitusi Pelajar, Camat Sosialisasi ke Sekolah


antisipasi-prostitusi-pelajar-camat-sosialisasi-ke-sekolah.jpg

Ilustrasi (Googleimage)

Jabung Online - Camat Raman Utara, Adenan, mengatakan pihaknya akan turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi kepada siswa terkait terbongkarnya dugaan kasus prostitusi anak di bawah umur berstatus pelajar di Kecamatan Raman Utara.  


Siswa yang menjadi sasaran adalah untuk jenjang SMA dan SMP. Kemudian materi sosialisais yang akan disampaikan selain seputaran masalah dampak negatif pergaulan bebas juga mengenai dampak negatif  pernikahan dini.

Menurut Adenan, selama ini pihak kecamatan sudah rutin sosialisasi atau penyuluhan melalui berbagai kesempatan baik formal maupun nonformal termasuk dampak negatif pernikahan dini, pergaulan bebas, dan lain-lain.

Materi-materi itu selalu disampiakan dalam berbagai kesempatan, mengingat masalah pernikahan dini di wilayah Kecamatan Raman Utara cukup menonjol, pada 2018 terdata sejumlah 17 kasus pernikahan dini tersebut.

Kemudian materi dampak negatif pergaulan bebas disampaikan, untuk mengantisipasi para pemuda-pemudi agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang memiliki banyak dampak negatif dan merugikan. “Materi-materi itu selalu kami sampaikan kepada masyarakat pada berbagai kesempatan baik secara formal maupun non formal,” kata Adenan.

Karena itu pula pihaknya sangat terkejut ketika mengetahui jajaran Polsek Raman Utara menangkap dua warga Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, yang merupakan ibu dan anak, PI (36) dan BV (21), sebagai tersangka mucikari dan diduga terlibat dalam kasus prostitusi anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar. (Lampost)

No comments:

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.

Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Powered by Blogger.