Junaidi Auly: LGBT itu Keragaman, Namun Menyimpang




Jabung Online - Esensi dari nilai-nilai kebangsaan sebagaimana yang diajarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika perlu semakin rutin disosialisasikan agar dapat menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat.

Keempat pilar tersebut harus menjadi karakter dan pondasi yang kokoh untuk menangkal segala bentuk pemahaman yang menyimpang dari cita-cita besar bangsa ini.

Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ahmad Junaidi Auly saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada warga di Balai Desa Gunung Mekar, Jabung, Lampung Timur, 09/03/2019. Junaidi menegaskan, baru-baru ini ada yang menghebohkan tentang keragaaman, namun sebenarnya keberagaman itu menyimpang dan tidak sesui dengan pilar kebangsaan.

"Bapak dan ibu tau apa itu LGBT" tanya Bang Jun panggilan akrabnya. serentak masyarakat yang hadir menjawab "tidak". Kemudian ia menjelaskan apa itu LGBT. LGBT itu adalah segala bentuk kelainan prilaku sex yang ada di masyarakat. (L: Lesbi,  G: Gay, B:Bisexsual, T:Trans Gender,red)

"Nah kelainan itu dianggap sebagai kebinekaan namun ia tidak Tunggal Ika" tegas Junaidi, dan ini harus kita tolak dan kita hindari karna tidak ada satupun agama yang mengizinkan hal itu.

“Empat pilar kebangsaan sangatlah penting, bukan hanya untuk dihafal dan diingat, tapi juga harus dipraktekkan dengan sungguh-sungguh agar cara pandang, cara bersikap, maupun berperilaku, semuanya mencerminkan nilai keindonesiaan,” kata Junaidi.

Ia berharap, kegiatan sosialisasi empat pilar ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap paham-paham yang bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika terutama prilaku LGBT.

Ia melanjutkan, di samping bahaya prilaku LGBT, masyarakat khususnya para pemuda sebagai generasi penerus kepemimpinan bangsa, harus mampu membentengi diri dari efek buruk globalisasi yang dapat menyebabkan lunturnya nilai-nilai budaya, kekeluargaan, musyawarah mufakat, gotong royong yang kemudian perlahan berganti menjadi sikap individualistis, kebarat-baratan, serta hidup bebas dan konsumtif.

“Globalisasi memang tak sepenuhnya buruk, terdapat nilai positif seperti etos kerja yang tinggi, budaya disiplin, budaya bersaing positif, namun untuk memfilter dampak buruk dari globalisasi tersebut, pemuda perlu lebih mengenali dan menanamkan nilai-nilai keindonesiaan yang itu direpresentasikan melalui empat pilar kebangsaan,” tutup Junaidi.

Hadir dalam acara tersebut Camat Jabung Hendri Gunawan, dan beberapa Kades Kecamatan Jabung, Edi Prayitno kades Gunung Mekar, Agus Subianto Kades Adiluhur, selain itu hadir juga beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tokoh agama dan tokoh perempuan.  (JO)

No comments

Powered by Blogger.