Nilai tukar Rupiah ditutup merosot tajam ke Rp 14.123 per USD


Nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Rupiah melemah 130 poin atau 0,93 persen ke level Rp 14.123 per USD dibanding penutupan akhir pekan lalu di Rp 13.992 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sepanjang hari ini berada di atas Rp 14.000 per USD. Rupiah hanya mampu menyentuh titik terkuatnya di Rp 14.020 per USD yaitu pukul 12.15 WIB.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah kali ini tidak mengkhawatirkan. Pihaknya juga terus mengantisipasi pelemahan nilai tukar dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah.

“Rupiah tidak mengkhawatirkan. Dampak ini dari kondisi luar negeri, khususnya karena AS akan naikkan Fed Rate,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (14/15).

Agus memprediksi, periode tingkat suku bunga The Fed selama tujuh tahun terakhir yang berada di kisaran 0 sampai 0,25 persen akan berakhir di bulan ini. Dia meyakini, akan ada kenaikan suku bunga secara berkala ke depannya.

“AS akan berkala menaikkan suku bunga per kuartal, dari 0,25 persen, menjadi satu sampai 1,25 persen di akhir tahun 2016. Nanti akan naik lagi 2,25 persen di tahun 2017,” jelas dia.

Meski demikian, sentimen negatif dari Federal Reserve diprediksi hanya bersifat sementara. Bank Indonesia terus menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. “Ini sifatnya hanya temporary. BI tetap akan akan menjaga,” ungkapnya




No comments

Powered by Blogger.