Wow! Kopi Arabika Sumbar Diekspor ke 5 Negara


Padang - Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat Fajaruddin mengatakan kopi arabika dari daerah itu telah diekspor ke lima negara di Asia, Eropa, dan Australia.

"Petani di Sumbar secara mandiri telah mengekspor produksi kopi arabika kelas premium ke Thailand, Norwegia, Italia, Australia, dan Tiongkok dan mendapatkan tanggapan yang sangat baik," katanya di Padang, Rabu (18/3/2015) pekan kemarin, seperti dilansir Kantor Berita Antara Sumbar.

Selain itu, menurut dia, Dinas Perkebunan setempat juga telah memperkenalkan produk kopi arabika itu ke Amerika Serikat.

"Penikmat kopi di sana terkejut karena rasa kopi yang kita hidangkan memiliki rasa lemon yang khas, rasa kacang-kacangan bahkan rasa rempah-rempah," katanya.

Menurutnya, rasa yang berbeda itu terjadi karena jenis dan kualitas tanah tempat kopi itu dihasilkan berbeda dengan ketinggian daerah yang berbeda pula.

"Kopi dengan citarasa rempah misalnya dihasilkan dari daerah Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Solok Selatan," kata dia.

Dia mengatakan, rasa yang khas itu akan menjadi modal utama kopi arabika Sumbar untuk bersaing di tingkat internasional.

"Kami optimis, kopi arabika akan menjadi produk unggulan Sumbar menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015," kata dia.

Menurut dia, luas perkebunan kopi di Sumbar saat ini mencapai 17 ribu hektar dengan produksi sekitar 15 ribu ton per tahun.

"Luas itu masih berpotensi untuk bertambah karena lahan untuk pengembangan masih tersedia," kata dia.

Saat ini menurut dia, kopi arabika asal Sumbar telah bisa dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram dari awalnya hanya Rp25 ribu per kilogram.

"Bahkan untuk jenis premium, harga kopi Sumbar bisa Rp80 ribu per kilogram. Ini sangat menguntungkan petani kopi kita," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebelumnya mengatakan, potensi kopi arabika di daerah itu harus benar-benar dikelola dengan baik.

"Dinas terkait harus memberikan pendampingan kepada kelompok tani kopi yang ada di Sumbar agar harga dan kualitas kopi yang dihasilkan bisa bersaing di tingkat internasional," katanya.

Melalui akun twitternya, Kamis (26/3) sore ini, Gubernur yang juga kader senior PKS ini menyampaikan tentang keunggulan dan budidaya Kopi Arabika Sumbar. Berikut isi twitnya:

1. Padang, 26/3/15. Dg budidaya & menyedu yg benar bisa menaikkan harga kopi Rp 20 rb/kilo menjadi Rp 80 rb/kilo.

2. Kopi Arabika Sumbar memiliki cita rasa yg unik sehingga menjadikan kopi Arabika Sumbar kelas premium dan specialty.

3. Skrg dikonsumsi di berbagai cafe & coffeshop di bbg kota di Indonesia dan luar negeri seperti Australia, Italia, Thailand dan Norwegia

4. Pekebun kopi akan mendapatkan pendapatan lebih bila membudidayakan kopi arabika sesuai teknis. U/ 1ha, pendapatan rata2 bisa Rp 65 jt/th.

5. Pemprov membantu bibit, alat paska panen dan kemitraan pasar dengan industri pelaku.

No comments

Powered by Blogger.