Kecam Serangan Teror di Paris, Erdogan: Teroris Tidak Punya Agama


Presiden Recep Tayyip Erdogan mengucapkan belasungkawa kepada bangsa Perancis setelah serangan mematikan di Paris yang telah menewaskan lebih dari 100 orang pada Jumat (13/11) malam.

Berbicara kepada para reporter di Antalya menjelang konferensi tingkat tinggi G20 di Turki pekan ini, Erdogan berkata:

“Atas nama bangsa Turki dan saya pribadi, saya mengucapkan belasungkawa kepada presiden Hollande dan rakyat Perancis dan saya berharap orang-orang yang terluka dapat segera pulih,” pernyataan Erdogan ini diucapkan hanya beberapa jam setelah terjadinya serangan.

“Turki memahami betul arti dari terror dan dampak-dampaknya. Kami dapat memahami duka yang sedang dirasakan Perancis dan kami merasakan rasa sakit yang sekarang diderita President Hollande dan rakyat Perancis,” sebut Erdogan, seperti dilansirDaily Sabah.

Erdogan menekankan pentingnya mengambil sikap bersama dalam melawan terorisme untuk mencegah serangan-serangan terror dan menekankan bahwa terorisme tidak mengenal dan memiliki agama, kebangsaan maupun Negara.

Sebelumnya, pada 10 Oktober lalu, ibukota Turki, Ankara, juga diguncang bom yang mengakibatkan 97 orang tewas dan 250 luka-luka. 

Perdana menteri Turki Ahmet Davutoglu juga mengucapkan belasungkawanya kepada Perancis setelah serangan terror tersebut.

“Target serangan yang mengerikan di Paris ini adalah seluruh kemanusiaan dan, sebagai orang Turki, kami mengecam dengan keras serangan ini.” Sebut Davutoglu dalam sebuah tweet yang ditulisnya di akun twitter resminya @Ahmet_Davutoglu.

No comments

Powered by Blogger.