Media Sibuk Pecah Belah PKS, Ternyata Pengalihan Isu Pengangkatan Johan Budi Jadi Jubir Jokowi


Isu pengangkatan Johan Budi menjadi juru Bicara Presiden Jokowi ternyata bukan isapan jempol belaka. Pengangkatan Johan Budi menjadi Staf Khusus agar dapat membantu Jokowi mengkomunikasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi, Johan Budi mulai hari ini saya minta jadi Staf Khusus Presiden karena saya tahu Johan Budi sangat berpengalaman dan akan membantu saya mengomunikasikan program pemerintah kepada rakyat. Saya senang semakin banyak orang baik di lingkungan Istana yang membantu saya,” kata Jokowi, Selasa sore kutip dari suaramedan.com.

Sebelumnya Johan Budi mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah 10 tahun mengabdi dilembaga anti rasuah tersebut.

Johan Budi juga menyampaikan justru akan kembali ke dunia tulis menulis yang dicintainya sebelum bergabung di KPK, hal ini karena Johan Budi memang pernah bergelut di dunia media bersama tempo.co.

Sebelumnya Ketua Progres 98 Faizal Assegaf sebagaimana dilansir dari intelijen.co.id. Faisal menilai langkah yang diambil istana dengan mengangkat Johan Budi menjadi Jubir Jokowi hanya untuk mengelabui rakyat.

“Sehingga perlu Jubir yang mampu mengemas kebohongan penguasa untuk kelabui rakyat, dan soal gituan Johan Budi adalah ahlinya,” kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf , Kamis (7/1/2016).

Ketua Progres 98 ini juga menilai, jika pengangkatan Johan Budi benar-benar terjadi, hal ini karena politik balas budi Jokowi pada Johan Budi yang telah berhasil menutupi berbagai kasus bobroknya pemerintahan Jokowi selama di KPK.

“Keberhasilan Johan Budi tersebut wajar bila Jokowi berutang budi, politik balas jasa demi menutupi kebobrokan kekuasaan,” ungkapnya.

No comments

Powered by Blogger.