Kenali Enam Gejala Awal HIV AIDS ini


Foto ilustrasi. (Ant/Basri Marzuki/metrotvnews.com)

HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang mampu menyebabkan penyakit AIDS di dalam tubuh Anda.

Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Berikut adalah gejala awal dari penyakit HIV AIDS yang harus Anda ketahui sebagaimana dilansir merdekacom

Demam
Gejala awal dari penyakit ini dapat berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini menjadi tanda bahwa virus tersebut telah memasuki aliran darah Anda dan merusak kekebalan tubuh.

Kelelahan
Ketika virus tersebut telah memasuki tubuh Anda, maka mereka akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan di dalam tubuh Anda.

Nyeri otot
Nyeri otot ini terjadi sebab terjadi peradangan di kelenjar getah bening Anda. Nyeri ini pun dapat menyerang di sendi dan pangkal paha atau lutut.

Ruam kulit
Sebuah ruam kulit seperti bisul dan jerawat yang tiba-tiba menyerang tubuh juga dapat menjadi tanda awal dari penyakit ini. Penyakit kulit ini terjadi beberapa saat setelah Anda terinfeksi HIV.

Mual, muntah dan diare
Diare yang terus menerus dan disertai dengan mual dan muntah juga menjadi tanda bahwa Anda terinfeksi penyakit ini.

Berat badan berkurang dan batuk kering
Batuk kering dan turunnya berat badan secara drastis juga merupakan tanda awal penyakit HIV AIDS. Hal ini terjadi karena lagi-lagi disebabkan virus HIV yang mengganggu kesehatan sel tubuh lain.

Itulah beberapa gejala umum dari penyakit HIV AIDS. Apabila Anda merasa bahwa diri Anda berada pada risiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini dan mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasilah menuju dokter.

Menurut data Kemenkes yang dilansirmetrotvnews.com, sejak tahun 2005 sampai September 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus).

Kasus HIV Juli-September 2015 sejumlah 6.779 kasus. Faktor risiko penularan HIV tertinggi adalah hubungan seks tidak aman pada heteroseksual (46,2 persen) penggunaan jarum suntik tidak steril pada Penasun (3,4 persen), dan LSL (Lelaki sesama Lelaki) (24,4 persen).

Sementara, kasus AIDS sampai September 2015 sejumlah 68.917 kasus. Berdasarkan kelompok umur, persentase kasus AIDS tahun 2015 didapatkan tertinggi pada usia 20-29 tahun(32,0 persen), 30-39 tahun (29,4 persen), 40-49 tahun (11,8 persen), 50-59 tahun (3,9 persen) kemudian 15-19 tahun (3 persen).

Kasus AIDS di Indonesia ditemukan pertama kali pada tahun 1987. Sampai September 2015, kasus AIDS tersebar di 381 (77 persen) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Wilayah pertama kali ditemukan adanya kasus AIDS adalah Provinsi Bali. Sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011. (sbb)

Sumber: dakwatuna

No comments

Powered by Blogger.