Operasi Politik Bersandi "Daeng Ucu" Hancurkan Golkar dan KMP


Publik melihat dengan jelas praktek politik adu-domba dan intervensi pemerintah mengobok-obok partai Golkar. Fakta tersebut sulit dipungkiri.

Pemerintah gerah lantaran sikap Golkar yang kritis dan konsisten menggalang Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai sebuah kekuatan politik yang signifikasn di parlemen.

Dan baru pertama kali dalam sejarahnya, Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie (ARB) tampil menjadi kekuatan penyeimbang atau tepatnya opososi.

Manuver itu membuat rezim Jokowi - JK sangat bernafsu untuk mengambil alih kepemimpinan Golkar melalui serangkaian propoganda dan agitasi.

Pendekatan yang dilakukan sangat norak, tidak etis dan ilegal demi mencapai tujuan mengobrak-abrik legitimasi Munas Bali yang telah menetapkan ARB sebagai Ketua Umum DPP Golkar yang sah dan demokratis.

Pemerintah melalui Menkum HAM melancarkan sebuah operasi khusus bersandi "Daeng Ucu", untuk menciptakan Munas Golkar tandingan alias abal-abal guna melucuti eksistensi dan keabsahan kepemimpinan ARB.

Singkatnya, dengan menghalalkan segala cara, pemerintah bertindak nekat mengesahkan dan mengukuhkan DPP Golkar versi Agung Laksono cs dan diklaim menjadi mitra penguasa.

Operasi Politik "Daeng Ucu"

Keterlibatan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam konflik internal Golkar makin terkuak.

Kedua mantan sesepuh Golkar itu disebut-sebut sebagai aktor utama dalam mendalangi serangkaian manuver kubu Agung Laksono untuk menjegal ARB.

Surya Paloh secara terbuka mengakui mendukung pemerintah mempercepat pengesahan kepengurusan Agung Laksono di Partai Golkar. "Saya juga berperan tapi sebagai sahabat," katanya, kepada Tempo, Kamis malam, 19 Maret 2015.

Sementara Jusuf Kalla secara intensif menggiring Menkum HAM dan kubu Agung Laksono berkolaborasi untuk mengkudeta kepemimpinan Golkar hasil Munas Bali.

Jusuf Kalla, Surya Paloh dan Agung CS punya ambisi membara untuk menghancurkan KMP dan membawa Golkar bergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Skenario penghancuran Golkar dengan sasaran memporak-porandakan KMP berjalan mulus dan kini memasuki tahapan finalisasi untuk menguasai fraksi Golkar di parlemen.

Kubu ARB tidak tinggal diam, "Lawan! Tidak ada yang bisa mengambil alih Fraksi Golkar," ujar ARB di Gedung DPR, Jakarta, Senin 23 Maret 2015.

ARB menegaskan Fraksi Partai Golkar akan tetap dipimpin Ade Komarudin dan Sekretaris Bambang Soesatyo. Hal ini juga berdasarkan sikap pimpinan DPR yang tidak mengesahkan kubu Agung untuk merombak fraksi Golkar di DPR karena harus menunggu proses hukum yang dilakukan kubu ARB.

"Indonesia negara hukum, bukan negara kekuasaan. Oleh karena itu produk hukum harus ditegakkan," ARB menegaskan.

ARB juga menyikapi Surat Keputusan (SK) yang sudah dibuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terhadap kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono. Menurut ARB, keputusan Menteri asal PDI Perjuangan itu bukanlah sebuah produk hukum.

"Keputusan itu hanya keputusan kekuasaan. Secara defacto, kami yang punya kendali atas daerah-daerah. Tidak akan ada perubahan di daerah," kata ARB.

by Faizal Assegaf 
Ketua Progres 98

*Sumber: http://visibaru.com/index.php/kolom/1712-operasi-politik-bersandi-daeng-ucu-hancurkan-golkar-dan-kmp.html

No comments

Powered by Blogger.