Yap Hong Gie: Ahoax Sumber Malapetaka Etnis Tionghoa


Baca ungkapan tulus Yap Hong Gie, putra pertama dari tokoh HAM Indonesia Yap Thiam Hien, tentang kekhawatirannya dengan situasi negerinya saat ini.

[Yap Thiam Hien (lahir di Koeta Radja, Aceh, 25 Mei 1913 – meninggal di Brusel, Belgia, 25 April 1989 pada umur 75 tahun) adalah seorang pengacara Indonesia keturunan Tionghoa. Ia mengabdikan seluruh hidupnya berjuang demi menegakkan keadilan dan hak asasi manusia (HAM). Yap Thiam Hien memegang kukuh semboyan fiat justitia ruat coelum, keadilan harus ditegakkan walau langit runtuh sekalipun. Namanya diabadikan sebagai nama sebuah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar bagi penegakan hak asasi manusia di Indonesia. -wikipedia]

Inilah ungkapan Yap Hong Gie, putra tokoh HAM Indonesia, atas fenomena Ahok, sama-sama keturunan Tionghoa tapi justru menjadi malapetka bagi etnis Tionghoa.

Ahoax itu sumber malapetaka etnis Tionghoa. Dari awal kampanye dia selalu "jualan" keras minoritasnya, sehingga profile etnisnya melekat kental daripada jatidiri kebangsaan, mending kalau perilaku dan peraingainya terpuji. Jauh berbeda dengan figur Kwik Kian Gie, Alvin Lie dan tokoh etnis politik lainnya yang tidak pernah jualan etnis, sebaliknya masyarakat menerima dan tidak pernah mempersoalkan asal-usul etnis mereka.

Pertentangan asal usul etnis dan agama sudah mulai tajam, sehingga Ahoax bereaksi ala pasien 'Cinderella syndrome' (anak tiri yang di zolimi sekeluarga) dan teman/pendukungnya mulai histeris melolong-lolong 'Rasis' dan 'SARA'.

Sudahlah AHOAX, berhenti jadi pemain Lenong, terima lah segala akibatnya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Tulisan Yap Hong Gie di laman facebooknya ini beredar luas di sosial media.

No comments

Powered by Blogger.