Diundang Acara ILC TVOne, Ikk Edwin : Mengabdi Kepada Negara Tidak Ada Batas


Jabung Online -  Irjen Pol DR. H. Ikke Edwin, SIK, SH, MH, MM, menyanggah soal kecuriagaan Polri akan menguasai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut jenderal yang juga salah satu putra terbaik Lampung itu, anggota polri yang mendaftar dalam seleksi Calon Pimpinan (Capim) KPK karena sama-sama ingin mengabdi untuk bangsa dan Negara.

Hal itu terungkap saat Dang Ikke—sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu menjadi pembicara dalam program Indonesia Lawyer Club (ILC) TVOne bertema ‘Seperti Apa Wajah KPK di Masa Depan’ yang dipandu jurnalis senior Karni Ilyas, semalam.

“Pada 1 Januari 2020 mendatang umur saya 58 tahun dan saya masuk pensiun. Selama 35 tahun saya bertugas di kepolisian. Saya ingin mengabdi karena jika mengabdi itu tak ada pensiunnya. Kalau tugas ada akhirnya. Saya cocok sekali dalam hal penegakan hukum dan keamanan saya sangat senang tugas disitu. Saya mendaftar karena kita masing-masing bukan perintah. Kita semua ingin mendaftar. Tapi karena ini institusi ada hirarki tentu sebelum mendaftar minta ijin ke pimpinan,” terangnya.

Dang Ikke melanjutkan, dia ingin mengabdi setelah pensiun dari polisi. “Saya ingin melihat KPK itu organisasi yang bagus, baik sehingga dia seperti bidadari yang cantik atau dewa yang ksatria. Lembaga yang menarik sekali. Saya diuji 35 tahun di polisi saya kira saya selamat-selamat saja. Saya pernah menjadi Direktur Tipikor, pada saat itu saya menyelesaikan Instruksi Presiden (Inpres) presiden lebih duluan dengan hasil 120 persen tahun 2009. Melebihi target yang diberikan Inpres 09 tahun 2009 Polri lebih duluan. Saya Direktur Tipikor. Kalau yang disebutkan Pak Wiyagus itu salah satu direktur saya. Termasuk Direktur Tipikor sekarang itu juga direktur saya waktu itu,” ungkapnya.

Alasan Dang Ikke mendaftar KPK lantaran menurut pria ramah ini KPK sangat menarik. “Apa salahnya saya mendaftar. Selagi badan sehat, masih ada umur dan ada juga pengalaman. Ini organisasi yang bagus. Pengabdian tidak mengenal penisiun sampai kita selesai,” terangnya.

Terungkap oleh Dang Ikke, citra polri dari waktu ke waktu juga semakin baik. “Polri waktu reformasi citranya baru 35 persen. Sekarang 77 persen. Naik terus saat saya menjabat Direktur Tipikor sudah 59 persen. Sekarang sudah 77 persen. Itu dari survey empat lembaga besar terpercaya. Polri di dunia juga masuk 9 besar dari sekian ratus Negara. Semakin hari citra polri meningkat di dunia sebagai negara yang bertugas dalam bidang keamanan. Jangan melihat polri yang dulu-dulu saja. Kalaupun ada satu saja yang salah nggak bisa mewakili 450 ribu kepolisian,” tegasnya seraya menyatakan dia melihat KPK yang independen, terpercaya ini saya enam bulan lagi pensiun maka dia meminta ijin mendaftar ke kapolri untuk mendaftar.

Ditanya Karni Ilyas terkait kecurigaan masyarakat polri akan menguasai KPK dengan banyaknya jendral polri yang mendaftar? Ikke Edwin dengan tenang menyanggah.

“Saya kira nggak. Saya mendaftar karena keikhlasan. Saya ingin mengabdi kesana karena jangan sampai kita penisun jangan sampai tidak ada yang kita perbuat untuk Negara ini. Saya kira 9  anggota polri yang mendaftar dengan kesadaran dan nggak mungkin juga semua masuk (menguasai, Red) karena hanya satu yang akan diterima,” tuturnya.

Dang Ike menambahkan, sekali kita badan sehat, kita bersyukur kita masih bisa mengabdi untuk bangsa dan negara kita. “Dan korupsi juga belum selesai. Mungkin saya bisa membantu untuk bangsa dan Negara ini,” urainya.

Yang menarik dalam ILC semalam Karni Ilyas menyatakan baru bertemu Ikke Edwin usai lulus Akpol. “Saya dulu bertemu saat masih imut-imut baru lulus Akpol. Sekarang sudah mau pensiun,” ucapnya seraya ditimpali Dang Ikke bahwa  dia bertemu Karni Ilyas saat berumur 24 tahun dan baru lulus Akpol. (rls/cp/Amin)

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Powered by Blogger.