Demo Dilarang Jelang Pelantikan, Jalan Depan DPR Tetap Dibuka


Gedung Kura-kura Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.


Jabung Online -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tidak melakukan penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR pada Selasa (14/10) hari ini.

Sebelumnya, kemarin Ditlantas Polda Metro Jaya menutup jalan Gatot Soebroto arah Slipi yang berada di depan kompleks parlemen, Jakarta Pusat. Penutupan juga dilakukan terhadap jalanan di sekeliling Istana Kepresidenan Jakarta. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya aksi massa seperti pada jelang akhir September lalu.

Kasubditgakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan penutupan jalan tersebut bersifat situasional tergantung pada kondisi di lapangan.

"Sampai saat ini belum ditutup, situasional saja," kata Nasir saat dikonfirmasi, Selasa (15/10).

Nasir menyampaikan penutupan jalan baru akan dilakukan bila pihaknya menemukan potensi ada kondisi rawan di lapangan.

"(Jalan akan ditutup) bila ada kondisi yang rawa terhadap lalu lintas," ujarnya.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menegaskan pihaknya takakan mengeluarkan surat izin bagi masyarakat yang hendak melakukan demonstrasi. Hal itu akan dilakukan pada Selasa (15/10) hingga prosesi pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019.

"Apabila ada yang sampaikan surat pemberitahuan tentang akan diadakan penyampaian aspirasi, kami tidak akan memberikan surat tanda penerimaan. Mulai besok sudah diberlakukan sampai iya [tanggal 20 Oktober]," kata Gatot di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/10).

"Setelah itu kan aspirasi boleh disampaikan. Jadi ini diskresi [kebebasan mengambil keputusan atas situasi yang dihadapi] kita," tambah Gatot.

Lebih lanjut, Gatot menyatakan langkah itu diperlukan agar prosesi pelantikan presiden-wakil presiden periode 2019-2014 pada 20 Oktober nanti berlangsung kondusif dan khidmat.

Terlebih lagi, kata dia, beberapa kepala negara dan duta besar negara sahabat akan menghadiri prosesi pelantikan tersebut.

"Kita hormati itu agar bangsa kita dikenal bangsa berada dan santun karena dilihat dunia," ujar Gatot.

(dis/kid)

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Powered by Blogger.
close