Riwayat Pendidikan Gibran di Australia Kembali Dipertanyakan, Eks Pejabat OJK Soroti Status Lembaga Pendidikan

JAKARTA — Riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan diarahkan pada lembaga pendidikan di Sydney, Australia, yang disebut dalam dokumen penyetaraan pendidikan Gibran.

Persoalan tersebut dibahas dalam sebuah dialog yang ditayangkan melalui kanal YouTube BANG EDY CHANNEL pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam dialog itu, mantan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Yunanto menyampaikan hasil penelusuran yang menurutnya dilakukan terhadap riwayat pendidikan Gibran selama berada di Australia.

Agus mengatakan, penelusuran tersebut bermula dari informasi yang diperolehnya melalui seorang rekannya, Iksan Katuwande, yang telah lama tinggal di Sydney.

Menurut Agus, Iksan pernah mendapat tugas dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney untuk mendampingi Gibran beserta keluarganya ketika berada di Australia pada 2018.

Informasi tersebut kemudian menjadi titik awal bagi Agus dan sejumlah pihak untuk menelusuri lebih jauh lembaga pendidikan yang tercantum dalam dokumen resmi terkait riwayat pendidikan Gibran.

Soroti Nama Lembaga Pendidikan

Salah satu hal yang menjadi perhatian Agus adalah penyebutan UTS Insearch Sydney dalam dokumen penyetaraan pendidikan Gibran.

Agus mengklaim bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, lembaga tersebut pada periode 2005–2006 dikenal sebagai Insearch Language Center.

Ia mempertanyakan penyebutan lembaga tersebut sebagai UTS Insearch dalam dokumen yang berkaitan dengan pendidikan Gibran.

Menurut Agus, Insearch pada masa itu lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan bahasa Inggris dan program persiapan bagi calon mahasiswa yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dengan demikian, menurut versi penelusuran yang disampaikan Agus, lembaga tersebut berbeda karakter dengan sekolah menengah atau perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah akademik.

Ia juga menyebut program yang tersedia saat itu berkaitan dengan kemampuan bahasa Inggris, termasuk persiapan bagi peserta yang belum memenuhi persyaratan kemampuan bahasa untuk melanjutkan studi.

Pertanyakan Proses Penyetaraan Pendidikan

Persoalan lain yang disoroti adalah dokumen penyetaraan pendidikan yang disebut dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan.

Dalam dokumen tersebut, Gibran disebut menyelesaikan pendidikan Grade 12 di UTS Insearch Sydney dan memperoleh penilaian kesetaraan dengan pendidikan tingkat SMK pada bidang Akuntansi dan Keuangan.

Bagian inilah yang kemudian dipertanyakan Agus.

Ia mengaku menemukan ketidaksesuaian antara bidang pendidikan yang menurutnya diajarkan di lembaga tersebut dengan bidang keahlian yang tercantum dalam dokumen penyetaraan.

Agus menyatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, materi pendidikan di lembaga tersebut pada periode yang dimaksud lebih berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris.

Karena itu, ia mempertanyakan dasar penilaian yang kemudian menghasilkan penyetaraan dengan pendidikan SMK bidang Akuntansi dan Keuangan.

Klaim Penelusuran Perlu Diverifikasi

Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari polemik mengenai dokumen dan riwayat pendidikan Gibran.

Namun, berbagai klaim yang disampaikan dalam dialog tersebut perlu ditempatkan sebagai pernyataan narasumber dan hasil penelusuran versi pihak yang bersangkutan, bukan sebagai fakta hukum yang telah diputuskan.

Artinya, diperlukan klarifikasi dari lembaga pendidikan terkait, pemerintah, maupun pihak Gibran untuk memastikan bagaimana proses pendidikan dan penyetaraan tersebut sebenarnya berlangsung.

Terlebih, status lembaga pendidikan, kurikulum yang diikuti, serta mekanisme penyetaraan pendidikan luar negeri merupakan persoalan administratif yang idealnya dapat dibuktikan melalui dokumen resmi.

Publik Menunggu Penjelasan Resmi

Polemik mengenai pendidikan Gibran bukan pertama kali muncul. Isu tersebut kembali ramai setelah sejumlah pihak mempertanyakan dokumen pendidikan dan proses penyetaraannya.

Dalam dialog tersebut, Agus dan Edy Mulyadi mendorong agar dokumen maupun bukti pendukung mengenai riwayat pendidikan Gibran dibuka secara transparan.

Bagi publik, keterbukaan dianggap penting karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan latar belakang pendidikan seseorang, tetapi juga menyangkut dokumen administrasi yang pernah digunakan dalam proses politik dan pemerintahan.

Hingga pemberitaan ini disusun, klaim yang disampaikan Agus Yunanto tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan final mengenai status pendidikan Gibran di Australia.

Klarifikasi dari Gibran Rakabuming Raka, pemerintah, serta pihak UTS Insearch menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh dan mencegah informasi yang belum terverifikasi berkembang menjadi kesimpulan di tengah masyarakat.

Catatan: Artikel ini merupakan penulisan ulang berdasarkan pemberitaan dan pernyataan narasumber yang tersedia. Klaim mengenai status lembaga pendidikan dan dokumen penyetaraan disajikan sebagai pernyataan pihak yang melakukan penelusuran dan masih memerlukan verifikasi dari sumber resmi.

Posting Komentar

Jabungonline.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaklah dalam menyampaikan komentar. Komentar atau pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Lebih baru Lebih lama