Breaking News

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal Dunia Usai Sidang

Mantan presiden Mesir, Mohamed Morsi, di belakang ruang penjara. Photo : Istimewa

Jabung Online  – Televisi Mesir melaporkan mantan Presiden Mohamed Morsi meninggal dunia setelah pingsan di ruang sidang, Senin 17 Juni 2019.

Dilansir dari BBC, Morsi jatuh pingsan setelah memberi kesaksian di pengadilan di Kairo atas tuduhan spionase terkait dugaan kontak dengan Kelompok Islam Palestina Hamas, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin. 

Dia berbicara selama sekitar lima menit dari ruang kaca kedap suara, yang menurut para pejabat dirancang untuk mencegah dirinya mengganggu proses persidangan.

Morsi dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 16.50 waktu setempat. Jaksa Penuntut Umum Mesir mengatakan, sebuah laporan awal menyatakan Morsi tidak menunjukkan tanda-tanda cedera pada tubuh. 

Morsi dipilih sebagai presiden ketika masih menjadi pemimpin Ikhwanul Muslimin tetapi ia digulingkan oleh militer satu tahun kemudian.

Di bawah pemerintahan yang sekarang, Morsi menghadapi berbagai dakwaan termasuk spionase.

PIDATO TERAKHIR PRESIDEN MURSI DALAM PERSIDANGAN*

Berdasarkan saksi mata dari jurnalis Mesir yang ada di persidangan, Dr. Muhammad Mursi Presiden Republik Arab Mesir yang legal, mendapatkan wafat syahid setelah 25 menit menyampaikan pidato terakhirnya di persidangan, lalu beliah jatuh ke lantai dan wafat.

Beberapa hal terpenting yang beliau sampaikan dalam pidato terakhirnya sebagai berikut : 

 1. Kalian telah menuduh saya melakukan aksi mata-mata kerjasama intelijen  bersama Hamas, sekarang (pemerintahan) Kalian berinteraksi dan bekerja sama juga dengan HAMAS. 

2. Kalian telah menuduh saya atas apa yang terjadi di Sinai, dan sekarang Kalian menyaksikan juga yang terjadi di Sinai ( penyerangan & pembunuhan ), sementara saya sudah ada di dalam penjara.

3. Kalian menuduh saya terkait insiden kekerasan di Mesir, sekarang Kalian menyaksikan apa yang terjadi di Gereja-gereja dan Masjid ( serangan pemboman), dan pengusiran penduduk dari beberapa kampung dan daerah di Mesir.

3. Kalian mengkudeta-ku dan  tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara, dan kalian pura-pura bodoh dengan apa yang terjadi. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai macam cara, tapi pada saat yang sama kalian juga ketakutan akan kerasnya reaksi yang akan muncul saat itu terjadi.

5. Tidak ada yg tahu kapan ajal seseorang kecuali Allah. Dia-lah yg berkuasa atas segala urusan. Dan tidaklah kami ucapkan selain : Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dari setiap pelaku kezaliman dan antek-antek penjahat kudeta.

6. Sungguh aku sangat yakin, aku akan bertemu Allah dalam kondisi bersabar dan berharap mendapatkan pahala. Aku yakin sepenuhnya akan bertemu dengan para penjahat itu di hadapan Allah, dan pada sisi-Nya akan tuntas segala perselesihan (dengan keadilan).

7. Pesanku kepada anak-anak dan istriku, Allah menyaksikan bahwa sungguh aku mencintai kalian, dengan sebuah cinta yang tidak akan mengetahui (kedalaman)nya kecuali hanya Allah semata. 

Betapa sering aku menderita, kesakitan, menjalani kehidupan dalam penjara tanpa obat dan pengobatan, tapi saat itu Aku memikirkan kalian siang dan malam. Aku tak tahu kapan kita akan bertemu, dan sungguh mungkin pertemuan kita kelak di Surga. Kita mohon itu kepada Allah, dan kita adukan kepada-Nya kezaliman mereka yang zalim. 

8. Sungguh aku sampaikan kepada kalian bangsa Mesir yang agung, aku ulang kembali pesan ini dan senantiasa aku kuatkan : bahwa Kalian mampu  menjalankan perubahan wahai pemuda-pemuda Mesir. Jangan meninggalkan dan mengecewakan para ibu-ibu yang anak-anaknya syahid dalam perjuangan ini, juga mereka saudara-saudaramu yang telah terzalimi. Sesungguhnya kezalkman tidak akan abadi, dan mereka para pengkudeta, akan datang kepada mereka hari kepastian. Tidak ada yg abadi, karena hanya Allah-lah yang kekal abadi. 

9. Pemerintahanku belum berjalan satu tahun lamanya, dan banyak sekali upaya interfensi dari banyak negara, baik itu Zionis, Amerika dan Arab, mereka menginterfensi banyak urusan Mesir dan membeli para pengkhianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini. Dan sekarang ini Mesir sebagaimana kalian saksikan setiap hari, kejadian perusakan demi perusakan terjadi, dan bangsa ini tidak pernah tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kezalimanz, dan kembali bebasnya mereka yang terzalimi. 

10. Dan point terakhir yang disampaikan Mursi sebelum jatuh ke lantai. Media televisi Mesir merekam peristiwa/ucapan tersebut, tanpa menyiarkannya, yaitu : Aku hanya menunggu perjumpaan dengan Allah semata Wahai para Hakim, celakalah Hakim dunia ( akan diadili) oleh Hakim Langit. Kemudian saat itu beliau tidak bisa melihat lagi siapa yg di hadapannya, beliau mengangkat jari telunjuknya ke atas tinggi-tinggi dan jatuh ke lantai.

*diterjemahkan dari sumber liputan netizan berbahasa arab via grup WA.

No comments

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.
Berkomentarlah yang baik dan sopan.