Beredar Pesan Grup WA yang Menyebut Polusi Jakarta Mengandung Amoeba! Benarkah?


Sumber Gambar

Di zaman ini, teknologi sudah jauh berkembang pesat dibandingkan dengan satu dekade terakhir. Ada banyak yang berubah dan meningkat. Semua teknologi itu tentu membuat banyak kemajuan dan kemudahan manusia dalam bekerja. Banyak teknologi yang mempermudah kinerja manusia sejauh ini dan cukup memberi pengaruh.

Salah satu yang cukup pesat dan berperan penting adalah perkembangan teknologi informasi. Di mana di zaman ini, informasi bisa menyebar dengan sangat cepat dan pesat. Bahkan dengan proses yang begitu singkat informasi sudah bisa tersebar ke banyak orang. Hal ini merupakan satu hal yang bagus dan sangat membantu bagi kehidupan kita.

Cepatnya sebaran informasi juga dapat memiliki kekurangan. Di mana teknologi ini masih belum bisa memfilter informasi yang disebarkan. Ada banyak informasi-informasi negatif hingga tidak benar yang dengan mudahnya sampai di banyak orang. Hal ini menyebabkan banyaknya informasi yang salah dan malah menyesatkan di masyarakat.


Sumber Gambar

Kita tentu lebih familiar dengan sebutan hoax. Ya, di zaman ini hoax memang menjadi satu hal yang meresahkan bagi banyak orang. Karena hoax sendiri merupakan satu hal yang dapat menyebabkan huru-hara di masyarakat. Seperti yang terjadi baru-baru ini, hoax sukses membuat ketakutan di masyarakat tanpa diketahui siapa yang bertanggung jawab.

Baru-baru ini, sebuah pesan broadcast di grup WhatsApp baru saja tersebar dan membuat takut banyak orang. Pesan broadcast itu menyampaikan bahwa polusi udara mengandung banyak amuba yang dapat mempengaruhi kesehatan. Disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dalam pesan berantai itu dikatakan bahwa orang yang menghirup amuba ini akan merasaka gejala sakit perut yang sakitnya mirip seperti orang kontraksi. Bahkan untuk lebih menakut-nakuti, mereka juga menyebut kalau kini rumah sakit sedang penuh dengan orang yang merasakan gejala amuba ini. Badan pun jadi terasa sakit dan lemas.


Sumber Gambar

Kita tahu sendiri bahwa amuba merupakan makhluk hidup kecil mikro yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Apalagi amuba ini bisa saja menjadi parasit apabila sampai masuk ke dalam tubuh kita. Jadi, untuk itu wajar jika banyak masyarakat yang merasa takut dengan adanya amuba ini. Apalagi persebarannya melalui udara.

Tapi tenang saja karena hal ini sudah dipastikan adalah hoax! Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto. Ia memastikan tidak ada ambua di polusi udara Jakarta. Menurutnya, informasi tidak jelas itu hanya dibuat-buat untuk membuat masyarakat ketakutan saja. Jadi tidak perlu takut GanSis!


Sumber Gambar

Hal ini dipertegas dengan penjelasan dari Kepala Seksi Surveilans Epidemologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta., Ngabila Salama. Ia menyebutkan bahwa infeksi amuba adalah penyakit berjenis gastrointensial. Jadi penyebabnya adalah bila kita tidak berperilaku hidup dengan bersih dan sehat. Kebiasaan-kebiasaan joroklah yang menyebabkan infeksi amuba terjadi.

Sedangkan kalau polusi udara akan lebih berpengaruh ke kesehatan paru-paru seperti ISPA, pneumonia dan asma akut. Ada juga penyakit kulit seperti dermatitis hingga alergi yang terjadi karena polusi udara. Jadi tidak akan sampai mempengaruhi pencernaan. Bahkan kalau dipikir-pikir, jauh juga ya polusi mempengaruhi pencernaan.

Ternyata hoax melalui grup WhatsApp masih ada dan suka terjadi ya. Jadi jangan langsung percaya jika informasi itu datangnya dari grup WA dan tidak memiliki sumber yang jelas.

Kalian sendiri apakah pernah mendapatkan info hoax dari grup WA seperti ini? 

Sumber: Link Referensi 1Link Referensi 2
Tulisan dan Narasi Pribadi


No comments

Powered by Blogger.