Jabung Online - Kuliah memasuki semester-semester akhir, para mahasiswa pasti bakal disibukkan dengan berbagai macam agenda untuk mempersiapkan syarat-syarat kelulusan. Bukan hanya mengenai biaya, ada hal yang lebih menarik untuk dibahas dimana pasti dari sekian banyak Agan Sista pernah mengalami lelahnya harus bolak-balik bimbingan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dari menyusun skripsi dan setumpuk jadwal lain yang perlu untuk diselesaikan dengan tenggat waktu tertentu.

Tangis dan peluh tentu ini sudah menjadi hal yang lumrah. Capek badan dan capek pikiran membuat kondisi mental dan fisik pun terkadang mengalami penurunan bahkan ada yang sampai sakit hanya karena skripsian.

Namun kabar menggembirakan bagi para mahasiswa tersiar dari Menteri pendidikan kita GanSis. Berikut sekilas informasinya!


Jleb! Nih, agan-agan dan sista-sista, ada kabar menarik nih buat mahasiswa-mahasiswi di Indonesia. Kayaknya, hari-hari mengerjakan skripsi bakal berubah deh! Mantan Bos Gojek, Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi baru-baru ini mengumumkan bahwa skripsi gak lagi menjadi syarat wajib untuk lulus. Mantap kan?!

Dalam aturan baru ini, tak hanya mahasiswa S1 yang terbebas dari kewajiban skripsi, tetapi juga mahasiswa Sarjana Terapan, S2, dan S3. Menurut Nadiem, keputusan ini diambil agar mahasiswa bisa lebih fokus pada pengembangan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Berbeda dengan sebelumnya, tugas akhir mahasiswa tidak lagi harus berbentuk tesis atau disertasi. Mereka juga tak lagi diharuskan menerbitkan makalah di jurnal internasional. Nah, ini nih yang menarik! Tugas akhir bisa dalam bentuk yang lebih praktis dan inovatif, seperti prototipe atau proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.




Namun, tentu saja pendapat terhadap keputusan ini pasti beragam. Ada yang setuju dan senang dengan keputusan ini, karena bisa lebih fokus mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan bidang yang diminati. Tapi ada juga yang merasa cemas, karena takut penilaian kualitas pendidikan menjadi kurang objektif.

Tapi, santai aja sista dan agan, ini bukan berarti kualitas pendidikan kita bakal turun, kok! Keputusan ini justru membuka pintu bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif. Dengan menggantikan skripsi dengan tugas akhir yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, mahasiswa bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia nyata.

Jadi, bagi agan-agan dan sista-sista yang akan memasuki dunia perkuliahan atau masih berjuang menyelesaikan skripsi, jangan khawatir ya! Ini adalah langkah yang menarik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Teruslah berkarya dan tetap semangat!

Penulis: @masnukho 

Narasi
KGPT dan ulasan pribadi
Sumber gambar
1,2,3
Referensi