Zainal Abidin Mengikis Stigma “Kampung Begal”

Jabungonline - Stigma sebagai kampung begal melekat pada wilayah Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Citra ini berdampak pada kehidupan di sana. Untungnya, masih ada pemuda yang peduli dan ingin keluar dari stigma itu.

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37) sedang menunjukkan buah avokad yang mulai membesar di Jabung, Lampung Timur, Provinsi Lampung.
DOKUMENTASI IKAM JABUNG SAI

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37) sedang menunjukkan buah avokad yang mulai membesar di Jabung, Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Kampung Zainal Abidin (37) sering jadi gunjingan, baik dalam forum resmi maupun di obrolan warung kopi. Sederet julukan negatif dilekatkan pada tempat tinggalnya di Jabung, Lampung Timur, Lampung. Mulai dari kampung begal, sarang bandar narkoba, hingga pusat sepeda motor bodong yang membuat kuping Zainal panas.

Bagaimana ia tidak ”spaning”, terkadang orang yang menggunjingkan kampungnya itu belum pernah sekalipun ke Jabung. Mereka hanya bermodal potongan informasi dari media atau desas-desus dari mulut ke mulut yang sangat mungkin bias dan berlebihan.

Karena itulah, Zainal mengikis stigma buruk itu dengan membuka pintu seluas-luasnya bagi orang luar yang ke ingin Jabung. Ketua Pemuda Tani Lampung Timur ini ingin publik melihat Jabung secara utuh, meresapi denyut kehidupan warga di sana, dan sekaligus mengenalkan kondisi alam dan budaya setempat.

https://cdn-assetd.kompas.id/uz3CGxiAMCI9VBELaKMJPZXYUDQ=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F17%2F7f3e1438-8424-4cb1-a8a7-cf8b98808d24_jpg.jpg

Para pemuda Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, berlatih silat, Sabtu (8/4/2017). Tokoh pemuda dan tokoh adat di kecamatan itu membentuk organisasi Ikam Jabung Sai sebagai wadah bagi pemuda. Mereka menggagas berbagai kegiatan positif untuk mengembalikan nama baik Jabung.

Di kampungnya, Zainal tergolong tokoh pemuda yang sibuk. Gawainya berdering terus, sudah seperti pejabat. Hanya, materi obrolannya lewat telepon bukan soal berbagi jatah proyek, melainkan mencari penyelesaian atas berbagai masalah sosial di sana.

Minggu (3/9/2023) malam, Kompas secara tidak sengaja mendengar obrolan Zainal dengan seseorang di telepon. Zainal sedang menyelesaikan masalah seorang pecandu narkoba yang menggadaikan sepeda motor kawannya kepada rentenir. Pemadat itu sedang dititipkan orangtuanya ke Zainal untuk dibina agar tak lagi mengonsumsi narkoba.

Pemuda itu, menurut Zainal, sering menggadaikan sepeda motor untuk beli sabu. Tidak hanya kendaraan milik sendiri atau keluarganya, ia juga menggadaikan kendaraan teman-temannya. Zainal pun diminta orangtua pemuda tersebut menyelesaikan masalah ini.

Kepada rentenir, Zainal menawarkan penyelesaian dengan membayar utang pokok sebesar Rp 3,4 juta. Tadinya, rentenir meminta Rp 4 juta dan uang harus dikembalikan dalam tempo dua minggu.

Dengan sedikit gertakan, si rentenir akhirnya menyetujui usulan Zainal. Dia sekaligus mengingatkan agar si rentenir tidak lagi menawarkan pinjaman kepada para pemuda jabung yang kepepet, apalagi kepada pecandu. ”Saya sebenarnya mau menyelamatkan kamu dari api neraka, memungut bunga pinjaman itu riba,” ujarnya kepada rentenir itu.

https://cdn-assetd.kompas.id/vJYBrKlC_g7zHNVxmKvXPNLd_dw=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F17%2Fcbc29b1e-9183-4ef2-a139-c5641432a212_jpg.jpg

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37) sedang berbincang dengan warga Jabung, Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Esok paginya, Senin (4/9/2023), Ketua Pemuda Jabung (Ikam Jabung Sai/Kami Jabung Satu) ini baru menyapu rumah dan bersiap membeli bahan masakan. Mengendarai sepeda motor matik, dia membawa berbagai sayuran dan dan sejumlah lauk dari pasar. Dia ikut membantu ibunya memasak makanan itu.

Kebetulan, Jabung sedang kedatangan tim dari salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Mereka memilih Jabung sebagai tempat shooting untuk salah satu program acaranya. Zainal bertanggung jawab menyediakan makanan, mencarikan rumah untuk tim itu menginap, hingga menyiapkan sejumlah pemuda untuk membantu proses shooting. ”Saya melobi mereka sejak setahun lalu agar mau bikin program di sini,” jelasnya.

Sebagai tokoh yang sering berkontak dengan orang luar Jabung, Zainal sudah siap repot. Waktunya habis ditelan kegiatan-kegiatan semacam ini. Akan tetapi, itulah harga yang harus dibayar agar Jabung tak lagi dikenang sebagai kampung para pelaku kriminal. ”Kami ingin membangun citra positif terhadap Jabung,” katanya lagi.

https://cdn-assetd.kompas.id/3SK-7jKfMBjhbKKuswgqprH9BeI=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F17%2F3a92cb24-288c-4e19-8289-0e03dd06c90c_jpg.jpg

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37), menunjukkan koleksi buku-buku perpustaan warga di Jabung, Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Lewat Ikam Jabung Sai yang berdiri 2017, para pemuda dan tokoh masyarakat Jabung bersatu untuk mengubah citra kampung halaman. Mereka pelan-pelan menyelesaikan masalah sosial di sana.

Salah satu titik fokusnya adalah pemberantasan narkoba. Gerakan ini bukannya tanpa hambatan. Rumah Zainal pernah dilempari batu oleh orang tak dikenal akhir 2016. Ketika itu, Zainal dan kawan-kawan sedang sosialisasi bahaya narkoba di sana. Pada hari yang sama, polisi menangkap pengedar narkoba di Jabung. Lalu tengah malam sekitar pukul 02.00, rumahnya dihujani batu.

”Saya langsung keluar rumah, saya bawa tombak, lalu mencari pelakunya. Jika dilempari batu sudah biasa, yang belum itu dilempar granat. Di sini memang harus ikut galak, kalau tidak akan digerus oleh orang-orang yang mendapat untung dari bisnis narkoba,” ujarnya.

Pendiri Rumah Damping Antinarkoba 2017-2019 ini berpendapat, narkoba merupakan salah satu akar masalah kejahatan di Jabung. Barang haram itu memicu kejahatan lain seperti begal dan maling sepeda motor.

https://cdn-assetd.kompas.id/GAtLQ14EHoTojI5AC0zPTTxWBr4=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F17%2F464ab8c9-c280-47f4-ae6b-c309e885920b_jpg.jpg

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37) berada area tanaman perkebunan warga di Jabung, Lampung Timur, Provinsi Lampung.

”Yang sudah telanjur memakai narkoba, ya, sudah. Tetapi, generasi di bawahnya jangan, cukup mereka saja yang rusak. Ini masalah besar kami dan belum selesai sampai sekarang,” tambah Ketua Ikam Jabung Sai ini.

Simbol perubahan

Perjuangan Zainal memang tak mudah. Dia harus mengikis riwayat masa lalu Jabung sebagai sarang penjahat yang sudah sedemikian terpatri di benak publik. Sejumlah tokoh dunia hitam pernah tinggal di sini, salah satunya Ismail atau Is Kambing yang dikenal sebagai bandar narkoba tersohor di Lampung.

Selain itu, Jabung kerap muncul sebagai daerah asal pelaku kriminal yang sering dirilis polisi. Ini pun diakui Zainal. Dia sadar bahwa memang ada warga Jabung terperosok dalam dunia hitam. Tetapi, alangkah kejam bila semua orang dengan KTP beralamat Jabung distigma sebagai bandit.

Sejumlah pemuda yang sering nongkrong di beranda rumah Zainal, misalnya, adalah generasi muda Jabung yang berbeda. Jangankan memakai narkoba atau meneguk minuman keras, merokok saja mereka tidak. Mereka adalah mahasiswa dan para sarjana yang turut memikirkan kemajuan kampungnya.

https://cdn-assetd.kompas.id/oYNaWpUDgzrGHtz9QGpIsdgMX1Q=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F17%2F0fc07963-0d20-40ec-9e59-64a136fae9ac_jpg.jpg

Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin (37)

Sebagai simbol perubahan Jabung, Zainal menyadari butuh energi besar untuk mengubah citra wilayah itu. Tidak sedikit orang yang mematahkan semangatnya dengan menyebut perjuangannya akan sia-sia. Namun, Zainal bergeming. ”Saya ini simbol (perubahan) sekarang. Jika saya menyerah, yang lain juga akan ikut menyerah,” ujarnya.

Secara administrasi, Jabung adalah salah satu kecamatan di Lampung Timur. Ada 15 desa di sana, lima di antaranya dihuni oleh suku asli Lampung. Di sini, terdapat beberapa tempat yang bernilai sejarah. Zainal hafal semua lokasinya.

Zainal mengajak Kompas ke Masjid At-Taqwa, masjid tertua di Jabung. Dia juga menunjukkan eks bioskop dan bekas losmen yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda.

Semua itu, lanjutnya, merupakan tempat di Jabung yang belum banyak diketahui orang. Karena itu, dia siap memfasilitasi siapa pun yang ingin melihat Jabung dari dekat. ”Tidak perlu persiapan apa-apa. Datang saja. Aman!” tegasnya.

Zainal Abidin

Alamat: Dusun II Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung

Pekerjaan: Wiraswasta

Pendidikan Terakhir:SMK Muhammadiyah 2 Metro

Pengalaman organisasi:

1.Sekretaris Muhammadiyah Cabang Jabung 2020-sekarang

2. Wakil Ketua Ikam Jabung Sai 2017-2019

3. Ketua Ikam Jabung Sai 2019-sekarang

4. Pendiri Rumah Damping Antinarkoba 2017-2019

5. Ketua Yayasan Baitul ilmi Jabung

6. Ketua Pemuda Tani Kabupaten Lampung Timur 2022-sekarang

No comments

Powered by Blogger.