Junaidi Auly: Presiden Jokowi Bertanggung Jawab untuk Menyatukan Bangsa

Jabungonline.com - Anggota DPR RI asal Lampung Ahmad Junaidi Auly dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Kalirejo, Lampung Tengah, Senin, 17/4/2017 | ist

Jabungonline.com – Pemilihan kepala daerah tahun 2017, khususnya Pilkada DKI Jakarta, yang sangat kental dengan isu sektarian dan sentimen etnis sangat berbahaya menceraiberaikan bangsa.

“Jika hal ini dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi keutuhan kita sebagai bangsa yang memang realitasnya heterogen,” ujar anggota DPR RI asal Lampung Ahmad Junaidi Auly dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Kalirejo, Lampung Tengah, Senin, 17/4/2017.

Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini, salah satu pihak yang paling bertanggungjawab merekatkan kembali kebersamaan bangsa ini tak lain adalah Presiden Joko Widodo.

“Kita pahami bahwa, mengutip Anies Baswedan, merajut tenun kebangsaan dan menjalin persatuan adalah kewajiban seluruh warga bangsa ini. Kewajiban kita semua. Tetapi dari apa yang terjadi akhir-akhir ini, bagaimana ketidakadilan ditunjukkan dengan sangat gamblang oleh penguasa, rasanya tidak salah kalau kita katakan bahwa Presiden Jokowi paling bertanggungjawab merekatkan bangsa ini kembali, sekaligus juga paling bertanggungjawab jika membiarkan ancaman disintegrasi terjadi pasca pilkada,” ujarnya

Anggota Badan Legislasi dan Komisi 11 DPR RI ini mengatakan, jangan sampai benih perpecahan akibat sentimen etnis, khususnya etnis Tionghoa, kian diperuncing akibat kegagalan meletakkan asas kesamaan dan keadilan sebagaimana yang ditunjukkan pemerintah sepanjang perjalanan pilkada DKI, khususnya terkait isu penistaan agama oleh kandidat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

“Jangan sampai kepentingan jangka pendek memenangkan satu pihak dalam pilkada menyebabkan Presiden Jokowi abai untuk mengutamakan kepentingan jangka panjang bangsa ini,” ujar Bang Jun.(rilis)

Sumber: Jejamo.com

No comments:

Komentar dari setiap Artikel adalah tanggung jawab pribadi masing-masing.

Berkomentarlah yang baik dan sopan.

Powered by Blogger.