Ternyata Sosis itu Bukan Daging ?


Jabung Online  - Sosis jadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi orang Indonesia. Selain praktis karena banyak tersedia di supermarket, sosis juga mudah diolah dan juga disimpan, membuatnya jadi primadona dan kerap ada di kulkas sebagai salah satu pilihan lauk nikmat dan hemat.

Namun di balik rasanya yang nikmat, ada sejumlah bahaya bagi kesehatan jika mengonsumsi sosis secara berlebihan.

Ini karena sosis termasuk dalam makanan olahan instan, yang kandungannya tidak benar-benar dari daging murni. Hanya beberapa persen saja.

Sebenarnya, apa saja bahan pembuat sosis?

Tahukah kamu, bahwa bahan pembuat sosis yang kita kenal sebenarnya tidak murni dari daging? Ada bermacam campuran yang menyertainya.

Sebagian besar kandungan sosis menggunakan bahan tambahan dan pengawet. Ini yang membuat sosis olahan memiliki kadar lemak, gula, dan garam yang tinggi.

Dilansir Okezone, menurut Chef Claas Meinke, Western Chef Butcher Hotel Sari Pan Pacific, ia menjelaskan bahwa mayoritas sosis di Asia termasuk Indonesia bukanlah sosis asli.

Mayoritas bahan bakunya didominasi oleh bahan kimia seperti pengawet, bumbu, bahkan kacang kedelai sebagai bahan campuran. Komposisi daging murninya hanya sedikit.

Karena masih menurut Chef Meinke, sosis yang memiliki komposisi daging murni tidak dijual di pasar tradisional karena suhu penyimpanannya khusus dan harus diatur.

Dari harga juga jelas berbeda antara sosis daging murni dengan sosis olahan yang biasa kita temui. Karena ada bahan-bahan campuran tersebut, maka dari rasa dan harganya juga berbeda.

Sosis yang memiliki kandungan daging murni yang tinggi cenderung mahal, dan biasanya dijual di tempat-tempat khusus seperti toko daging.

Mengonsumsi sosis secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi tubuh

Nah, karena sosis olahan memiliki kandungan bahan pengawet agar tahan lama dan minim daging murni, membuatnya memiliki risiko buruk bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja dampaknya?

1. Tekanan darah tinggi

Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan natrium atau garam, serta MSG pada jenis sosis olahan instan.

Jika dikonsumsi berlebihan akan membuat tekanan darah tinggi bahkan memicu hipertensi.

2. Meningkatkan risiko obesitas alias kegemukan

Ini karena tingginya kalori dalam sosis yang mampu memicu obesitas jika dikonsumsi berlebihan. Sosis termasuk makanan yang tinggi kalori dan mengandung sedikit nutrisi penting seperti vitamin dan serat.

Saat jumlah asupan kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang dibakar, ini bisa memicu obesitas.

3. Penyakit jantung

Selain tingginya kandungan natrium dan kalori, sosis juga diketahui memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dapat memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL) dalam darah yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung.

Meski begitu, bukan berarti kamu langsung terkena penyakit tersebut jika mengonsumsi sosis.

Karena segala yang berlebihan itu tidak baik, khususnya mengonsumsi makanan olahan dan instan seperti sosis ini. Kamu harus lebih bijak dalam memilih makanan olahan untuk sehari-hari, ya!

No comments

Powered by Blogger.