Jabungonline.com – Sebuah potongan video peliputan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian warganet. Bukan hanya karena materi liputannya, tetapi juga akibat terdengarnya percakapan seorang reporter setelah laporan utama selesai disampaikan.
Video yang beredar di sejumlah platform media sosial tersebut memperlihatkan aktivitas Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ketika melakukan peninjauan lapangan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kunjungan itu berkaitan dengan penanganan karhutla sekaligus temuan dugaan pengangkutan kayu gelondongan secara ilegal.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kehutanan menindaklanjuti temuan sebuah truk yang membawa muatan kayu gelondongan. Kayu tersebut diduga berkaitan dengan praktik pembalakan liar atau illegal logging. Temuan itu kemudian diserahkan kepada aparat berwenang untuk ditangani sesuai ketentuan hukum.
Namun, perhatian publik justru mengarah pada bagian akhir rekaman peliputan. Setelah reporter menyelesaikan laporan, mikrofon yang diduga masih aktif menangkap sebuah pernyataan singkat.
Terdengar ucapan, "Yang bermain mereka-mereka semua."
Kalimat tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan berbagai tanggapan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataan tersebut dan apa konteks pembicaraan yang sebenarnya.
Meski demikian, potongan rekaman itu belum cukup untuk menjelaskan secara utuh maksud ucapan sang reporter. Tidak diketahui secara pasti kepada siapa pernyataan tersebut ditujukan maupun persoalan apa yang sedang dibicarakan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak media terkait maupun keterangan tambahan dari otoritas berwenang mengenai konteks percakapan tersebut.
Karena itu, publik diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau mengaitkan pernyataan tersebut dengan individu maupun institusi tertentu tanpa informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi insan pers mengenai pentingnya ketelitian dalam penggunaan perangkat peliputan, termasuk memastikan mikrofon telah dinonaktifkan setelah siaran langsung berakhir.
Sumber: LambeTurah.co.id, 2 November 2026.