Akhirnya Kaum Gay Kena Azab, Video: 500 Gay Terbakar Hidup-hidup di Taiwan


Cuplikan Video: 500 Gay Terbakar Hidup-hidup di Taiwan

Pesta Pelangi yang semula penuh “kegembiraan” itu tiba-tiba berubah menjadi petaka. Api tiba-tiba berkobar dan membakar ratusan orang. Yang menarik, persebaran api diduga akibat terpantik partikel metalik warna-warni “simbol” Pesta Pelangi.

Pesta Pelangi merupakan salah satu pesta yang diselenggarakan oleh kaum Gay. Pesta yang berujung derita tersebut terjadi di di New Taipey City, Taiwan. 500 orang dilaporkan menderita luka bakar dan sedikitnya satu orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

Di media sosial, banyak Muslim dan pemeluk Kristen yang menghubungkan kecelakaan tersebut sebagai azab dan peringatan bagi kaum LGBT. Pun termasuk sejumlah media religi. Namun, media-media liberal sekuler Amerika Serikat (AS) memberitakan hal tersebut sebagai kecelakaan murni dan menolak menghubungkannya dengan perilaku kaum gay.

Seperti diketahui, Jum’at (26/6/2015) lalu, Mahkamah Agung AS mengesahkan pernikahan sejenis di seluruh wilayah negara tersebut.

Berikut ini video detik-detik terbakarnya Pesta Pelangi yang telah diunggah ke Youtube:
Pihak media pengusung LGBT Natural News (NN) melaporkan, “Disinyalir konser tersebut merupakan pesta yg diselenggarakan kaum pecinta sesama jenis (gay) Taiwan.” Hal tersebut diungkapkan NN dengan sebuah catatan bahwa data yang mereka sampaikan 100% benar.

Lantas, mengapa pemerintah AS melarang media sekulernya mengungkap fakta bahwa konser gay itu diadakan untuk merayakan pengesahan UU Pernikahan Sesama Jenis pada Selasa (26/6) oleh Mahkamah Agung negaranya sendiri?

Padahal, NN mengonfirmasikan bahwa aktivis hak LGBT Taiwan Zong Ji Lu yang mengorganisir acara tersebut telah ditangkap aparat setempat dan asetnya telah disita. Bahkan, sekarang dia didakwa sebagai kriminal karena melanggar undang-undang di Taiwan.

Pun jika dia ingin bebas, maka dana tebusannya sebesar 1 juta dolar Taiwan. Layaknya seorang teroris, aktivis pendiri Gay Rights Taiwan itu dikenai sanksi berupa; pelarangan bepergian ke luar negeri dan penyitaan aset, akibat menyelenggarakan “pesta pelangi” yang menyebabkan terlukanya 500 peserta gay.

Sementara karena alasan budaya, NN melansir bahwa para keluarga korban tidak menginginkan anak-anaknya diketahui publik sebagai gay, yang dilarang oleh pemerintah Taiwan. Mereka mendukung pihak media untuk menurunkan berita yang mengemukakan “pesta gay” itu, sebagaimana yang terjadi pada media Nanzao.

Di lain pihak, NN Taiwan menyatakan bahwa sebagian besar peserta tidak menyadari bahwa acara tersebut identik dengan pesta gay. Padahal, kata “pelangi” digunakan oleh penyelenggara kegiatan untuk mencerminkan “gay pride” (kebanggaan gay) yang mewakili perbedaan pilihan hidup dan universalitas.

Ternyata, NN yang mengaku mengusung universalitas menegaskan bahwa, pihak politikus kiri AS merasa “malu” bahwa UU Pernikahan Sesama Jenis yang disahkan Mahkamah Konstitusi negaranya dirayakan oleh para LGBT Taiwan. Yang sebaliknya banyak dikecam oleh warga AS sendiri yang konservatif.

Jadi, kecelakaan yang disebabkan oleh penyebaran api melalui partikel metalik warna-warni itu sebuah kebetulan? Ini rupanya dikesampingkan masyarakat. Meski secara ilmiah dan berdasarkan penyelidikan ini disebabkan kesalahan teknik atau bahkan kejahatan, dimana di lokasi ditemukan barang bukti pemantik. Namun, berbagai pihak konservatif menngaitkannya dengan adzab Tuhan.

Azab Allah datang tidak di sangka-sangka sebelum terjadi pada kita ada baiknya kita berbenah diri menjadi orang yang lebih baik.


sumber:

http://bersamadakwah.net/video-500-gay-terbakar-saat-pesta-pelangi/

http://edition.cnn.com/2015/06/29/asia/taiwan-water-park-explosion/

http://theconservativetreehouse.com/2015/06/28/500-burned-many-seriously-injured-during-taiwan-rave-concert-at-water-park/

http://www.naturalnews.com/050232_gay_pride_Taiwan_burned_alive.html

No comments

Powered by Blogger.